Kenapa Kita MC ?

Margin Call atau MC adalah sebuah indikasi bahwa kita kekurangan margin pada account trading kita. Pada kesempatan kali ini saya ingin share kenapa dalam kita trading forex bisa mengalami MC atau kebangkrutan.
Pada dasarnya penyebab MC adalah tidak adanya perencanaan trading yang matang sebelum masuk pasar. Ketika masuk pasar trader melakukan trading secara "bar-bar" karena tidak memiliki perencanaan. Ketika itu terjadi maka trader tersebut sangat berpotensi loss atau bahkan MC. Pada umumnya penyebab Margin call/MC ada 3, yaitu :
1. Tanpa SL/ tidak berani cut loss
2. Open posisi terlalu banyak
3. Lot terlalu besar

Mari kita bahas satu per satu. Penyebab MC yang pertama adalah transaksi tanpa adanya sl, dan kalaupun tidak pakai sl tidak berani cutloss. Apabila seorang trader melakuan transaksi dengan menempatkan sl sebagai pengaman, si trader tidak akan mengalami mc, mungkin hanya akan berpotensi mengalami kerugian. Tidak menempatkan SL sebagai pengaman tidak sepenuhnya salah, tetapi trader harus berani cut loss untuk membatasi kerugian apabila harga sudah bergerak diluar teloransi analisa. Tetapi kebanyakan trader yang tidak menggunakan sl tidak berani melakukan cut loss, yaang terjadi adalah si trader berharap harga berbalik dan transaksinya berubah dari floating minus menjadi positif. Cut loss itu butuh mental, gak banyak trader yang memiliki mental cut loss. Jadi apabila belum memiliki mental cut loss wajib menggunakan sl sebagai pembatas kerugian. Membatasi kerugian merupakan bagian dari money management.

Penyebab yang kedua adalah transaksi atau open posisi yang terlalu banyak. Biasanya trader ketika mengalami floating minus dan berharap harga berbalik. Setelah berharap harga berbalik trader tersebut ingin memanfaatkan kondisi tersebut untuk menambah profit dengan cara averaging atau bahkan martigle. Semakin sudah banyak transaksi trader tersebut berfikiran jika harga benar-benar berbalik maka akan mendapatkan profit yang banyak. Tetapi kebanyakan harga bukannya berbalik melainkan trending melanjutkan trend. Hasilnya margin level mepet atau bahkan mendekati 100%, ketika itu terjadi trader biasanya bingung dan tetap berharap harga berbalik. Kalau sudah terjadi seperti itu trader tidak berani cut loss karena minus sudah terlanjur sangat besar dan kebanyakan berujung MC.

Penyebab yang ketiga adalah Lot yang terlalu besar. Kebanyakan trader ketika belajar trading yang mereka cari adalah analisa entah teknikal maupun fundamental. Mereka tau tentang money management dan psikologi trading itu sangat penting. Tetapi mereka tidak mencari ilmu tentang money management dan psikologi trading yang baik dan benar. Ketika trader sudah memiliki ilmu analisa yang bagus bahkan memiliki akurasi yang tinggi, tetapi tidak memiliki money management dan psikologi yang benar, trader berkencenderungan untuk melakukan transaksi dengan lot yang besar. Lot yang besar terjadi karena trader mengalami over confident atau kepercayaan diri yang besar karena merasa analisanya meiliki akurasi yang sangat bagus. Walaupun akurasi analisa sangat bagus, market tetaplah market yang sulit diprediksi serta market tidak pernah salah. Pasti ada saat dimana analisa kita meleset. Nah ketika analisa salah, biasanya akan terjadi MC karena lot yang besar dan ketahanan yang kecil.

Ketiga faktor diatas merupakan faktor utama penyebab terjadinya Margin call atau MC. Apabila ketiga faktor diatas tidak dilakukan potensi terjadinya MC akan sangat kecil. Apabila tetap terjadi MC. Maka perlu dievaluasi lagi tentang analisa kita.

Semoga Bermanfaat 

Leave a Reply